Jumat, 06 Desember 2013

Bagaimana Mengubah Pertanyaan Jadi Uang?

Sebuah judul yang provokatif bukan?

Tapi ini serius. Kita bukan mau bahas pekerjaannya Deddy Corbuzier atau Romy Rafael tentang sulap atau magic.

Di sini kita akan membahas soal marketing communications, khususnya soal pelatihan komunikasi penjualan untuk melipatgandakan keuntungan Anda.


Seperti Anda ketahui, untuk sampai kepada closing (purchasing/pembelian), brand atau produk, jasa dan ide Anda setidaknya harus melalui 7 tingkat pencapaian di benak customer Anda.

 

Skemanya:

Unawareness > Awareness > Knowledge > Liking  > Preference > Convince > Purchasing/closing
 

Untuk mengubah dari unawareness (tidak sadar) ke awareness (kesadaran) lalu ke knowledge (pengetahuan), dibutuhkan pemberian informasi yang intens kepada calon customer!

Namun untuk menciptakan liking (membuat calon customer menyukai brand, produk, jasa atau ide Anda), dan mengubah liking jadi preference (pilihan utama) yang diikuti dengan convince (keyakinan) hingga ke purchasing (pembelian), pemberian informasi saja tidak cukup. Anda harus bisa mempengaruhi mereka.

Ada banyak cara untuk mempengaruhi. Tapi Anda boleh percaya boleh tidak, teknik dan cara terampuh untuk mempengaruhi adalah bila Anda menggunakan metode bertanya.


Alasannya?

Pertanyaan mampu menggiring calon customer pada keterbukaan, sehingga Anda dapat menggunakan jurus-jurus yang mematikan untuk membuat calon customer membeli (purchasing) brand, produk, jasa atau ide Anda. Bingung?

Untuk mengupas judul di atas,  kita harus memulainya dengan 2 pertanyaan.

Pertama, apakah mungkin Anda memperoleh uang jika tidak terjadi closing atau penutupan penjualan?

Kedua, apakah mungkin calon customer yang tidak menyadari kehadiran produk Anda membeli produk Anda?

Kedua pertanyaan di atas pasti Anda jawab tidak.


Tapi tunggu dulu. Coba Anda pikir. Hebat tidak, dengan pertanyaan-pertanyaan saya menggiring Anda.


Nah, di situlah maksud saya. Saya ingin menunjukkan bahwa “pertanyaan” memiliki peran yang besar sebagai alat atau senjata Anda untuk mengubah dari tidak sadar ke sadar, lalu dari sadar ke menyukai, dan seterusnya hingga akhirnya ditutup dengan pembelian, dan itu artinya Anda dapat uang.   


Jadi, lewat pertanyaan-pertanyaan Anda, Anda bisa menggiring calon pelanggan yang tidak sadar atau tidak tahu soal brand, produk, jasa atau ide Anda menjadi pembeli yang fanatik.

Itulah sebabnya saya berani mengatakan pertanyaan bisa diubah jadi uang.

Tapi lalu jadi muncul pertanyaan Anda: Bagaimana Mengubah Pertanyaan Jadi Uang?


Nah, itu dia! Jawabannya akan saya berikan langsung di kantor Anda.  Maka, undang saya dan tim ke kantor Anda untuk memberikan workshop setengah hari dengan biaya ringan.  Kami akan memaparkan taktik dan strateginya selengkap-lengkapnya di hadapan tim pemasaran dan penjualan Anda.

Maka, ikutilah pelatihannya! Manfaat yang Akan Anda Peroleh

Manfaat Pelatihan, pasti sungguh luar biasa.  Mari simak dengan perlahan butir-butir manfaat di bawah ini.


1. Angka penjualan bisnis atau perusahaan Anda meningkat karena berbagai hambatan, rintangan dan masalah dalam komunikasi, pemasaran, penjualan dan layanan pelanggan Anda teratasi.

2. Keterlibatan emosional pelanggan Anda terhadap merek, produk, layanan dan perusahaan Anda meningkat, dan ini akan memudahkan Anda mendorong pelanggan untuk melakukan up selling, cross selling ataupun pembelian ulang terhadap produk-produk Anda.

3. Luar biasanya training ini, problem-problem berikut ini  teratasi dengan sendirinya:
  • Angka penjualan Anda sedang menurun atau lama tidak meningkat atau jika pun meningkat, peningkatannya tidak signifikan.
  • Produktivitas karyawan telah lama membuat dahi Anda berkerut.
  • Kapasitas produksi perusahaan Anda sedang menurun atau lama tidak meningkat atau jika pun meningkat, peningkatannya tidak signifikan.
  • Sulit mencari tambahan modal atau khawatir menggunakan modal pinjaman karena tidak yakin mampu membayar atau mengembalikan pinjaman yang disebabkan fluktuatifnya angka penjualan Anda.
(Dan Anda boleh yakin 100% seluruh persoalan di atas dapat diatasi bila produk Anda memang betul-betul memiliki daya saing yang kuat di kategorinya.)

Materi Pelatihan yang akan Anda dapatkan untuk memperoleh manfaat di atas adalah:



  1. Apa yang dimaksud dengan pertanyaan?
  2. Apa fungsi pertanyaan dalam komunikasi, pemasaran, penjualan dan layanan pelanggan Anda?
  3. Apa makna dan filosofi yang terkandung di balik sebuah pertanyaan?
  4. Bagaimana cara mengajukan pertanyaan yang bisa berakhir dengan penutupan penjualan (closing/purchasing)?
  5. Bagaimana cara menjawab pertanyaan calon customer yang bisa diakhiri dengan penutupan penjualan (closing/purchasing)?
Pelatihan ini Cocok buat:


  • Trainer
  • Sales oficer &  Supervisor
  • Manajer penjualan
  • Contact center dan atau Customer service
  • Direktur marketing
  • Direktur utama
  • Owner, yang ingin menjadi bisnis owner (pemilik bisnis yang luar biasa)
Bagaimana caranya mendapatkan manfaat tersebut?


  1. Laksanakan: A half day training (pelatihan setengah hari) di kantor Anda untuk diikuti seluruh anggota tim  pemasaran/ penjualan/ customer service Anda.
  2. Waktunya   :    
          Hari   : Senin, Selasa, atau Kamis (pilihan hari)
          Pukul : 08.00-12.00 WIB
          Biaya : Rp 4.500.000,- dengan jumlah peserta 5-25 orang (per satu kali angkatan)
                   
Biaya tidak termasuk pajak, akomodasi dan infocus. Infocus disediakan perusahaan                pengundang. 

Bonus: Gratis konsultasi via email selama 1 bulan setelah pelaksanaan training


Pemesanan pelaksanaan training,  kirimkan email undangan ke zainalpartao@gmail.com atau Telp 021 7001 0878 dan SMS ke Zainal Abidin Partao di 0857 8108 8997


Salam Sukses

Zainal Abidin Partao 

Selasa, 24 Juli 2012

Ingin Iklan Anda Cepat Laku?


Ini Rahasianya!

Produk dan layanan Anda dibeli orang 75 % karena 
headline yang Anda tulis pada:

  • Iklan
  • Poster
  • Spanduk
  • Brosur
  • Leaflet/selebaran
  • Dan sebagainya.
25 % lagi dari keseluruhan copy pesan iklan dan media promosi lainnya.

Dan ini adalah faktor yang paling penting.

Bila orang-orang di sekitar Anda belum mampu membuat headline yang bagus, serahkanlah pembuatan iklan, brosur, leaflet, booklet, proposal penjualan Anda, kepada ahlinya.

Tim kami siap membantu Anda.

Hubungi kami sekarang juga

Siti Napisah
0857 1500 0453

NB. Biaya pembuatan sangat ekonomis untuk ukuran kantong Anda.
Sebutkan detil produk Anda:
  • Fiturnya,
  • Manfaatnya,
  • Harganya,
  • Jenis medianya (billboard, miniboard, papan nama toko, spanduk, standing banner, x banner, surat penawaran, email, dll)



Minggu, 27 November 2011

Mengapa Harus Lobi?


Mampukah lobi membantu melipatgandakan keuntungan (provit) kita?

Jawabnya mampu.

Dalam bentuk skema dapat kita gambarkan sebagai berikut.
(Catatan: Skema oleh Zainal Abidin Partao.  Dilarang mengutip tanpa meminta ijin kepada penulis)

Bisa dilihat lobi bekerja mulai dari saat prospecting hingga ke saat closing (terjadinya pembelian).

Peran Lobi
Banyak yang berpendapat bahwa lobi hanya berhenti sampai di tingkat prospecting dan pencarian pembeli.   Kegiatan lobi berhenti pada detik-detik menjelang proses penjualan.  Pandangan yang sungguh keliru.

Banyak penjual (sales) yang hanya fokus pada proses penjualan.  Dia lupa bahwa proses yang sungguh complicated (ruwet) justru ada di tingkat Pembelian.  Di sini untuk sampai pada keputusan membeli, pembeli (buyer) harus berperang dengan dirinya sendiri dan juga berperang dengan bagian-bagian lain dalam perusahaan.  Ini hal yang paling rumit dan uncontrolable bagi penjual (sales). 

Di situlah, di tengah ruwetnya proses untuk memutuskan membeli produk Anda, Anda masuk melalui jalur lobi.  (Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang ini?  Klik di sini, kami siap membantu Anda.)

Rumitnya Proses Sales
Bicara soal sales (penjualan) bicara soal:
  • Menilai prospect (calon customer).  Akan terus melakukan langkah-langkah penjualan kepadanya atau mengeluarkan dia dari daftar target?
  • Memotivasi calon customer maupun customer lama?
  • Bagaimana menangani keberatan-keberatan calon customer maupun customer lama (pelanggan)?
  • Bagaimana memenangkan kembali pelanggan yang lari?
  • Bagaimana menjual ke prospect di luar zona nyaman?
  • Bagaimana mendapatkan komitmen di luar proses closing itu sendiri?
  • Dan terutama, bagaimana agar kegiatan menjual tetap menjadi aktivitas yang menyenangkan? 

Seluruh pertanyaan itu bisa dijembatani dan diselesaikan lewat lobi.  Dengan lobi, tingkat keberhasilannya pun pasti relatif tinggi.

Mengapa demikian?
Sebab lobi adalah sebuah komunikasi informal yang untuk mempengaruhi menggunakan strategi komunikasi yang bersahaja, diwarnai kesenangan, kegembiraan, kebahagiaan lewat kegiatan entertainnya.  Tapi harus diingat, entertain di sini tidak harus entertain yang negatif.

Anda ingin mengetahuinya lebih jauh?  Hubungi kami.  Yang pasti, lobi yang kita bahas adalah lobi putih, lobi yang bersih, lobi yang didasarkan nilai-nilai spiritual.  Segera email kami di sini atau telepon 021.2880 3750 (Surya Dharma). 

Kami siap hadir ke tempat Anda menjelaskan detil formulanya untuk ditularkan kepada Anda dan staf marketing/penjualan.

CatatanBersahaja di sini dimaksudkan sebagai apa adanya, biasa, jamak, konvensional, lugas, lugu, naif, natural, normal, polos, populer, seadanya, sederhana, tenang, wajar (Kamus Sada). 

Salam


Zainal Abidin Partao
Business Communication Trainer
Penulis buku Teknik Lobi dan Diplomasi untuk Insan Public Relations

Jumat, 18 November 2011

Apakah Lobi Itu?


Lobi berasal dari kata lobby (ruang depan hotel, bioskop, bangunan besar atau kantor).

Dalam perkembangannya lobi (lobby) diartikan sebagai kegiatan government relations.

Saat ini di negara maju, di luar Indonesia, lobi atau melobi diartikan sebagai suatu kegiatan untuk mempengaruhi (membujuk) pejabat publik (pejabat pemerintah termasuk parlemen) untuk melakukan tindakan sesuai yang diinginkan pelobi.

Misalnya untuk meluluskan atau menggugurkan rancangan peraturan atau perundang-undangan.

Pergeseran Makna

Di Indonesia, lobi mengalami pergeseran makna. Di sini lobi diartikan sebagai kegiatan komunikasi informal yang dimaksudkan bukan hanya untuk mempengaruhi pemerintah (eksekutif, legislatif dan judikatif) saja, tapi juga untuk mempengaruhi pribadi berpengaruh (pejabat publik, ulama, tokoh masyarakat, pengusaha) dan prospek (calon customer/client), dan sebagainya.

Yang hampir sama, di Indonesia maupun di negara lain, baik di Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, maupun di negara maju lainnya, yaitu adanya upaya memasukkan kegiatan yang menyimpang dari nilai-nilai etika, moral dan agama ke dalam aktivitas lobinya.

Tujuannya, untuk mencapai tingkat keberhasilan yang tinggi dalam kegiatan lobinya.

Pembahasan kita di sini tentunya adalah kegiatan lobi yang didasarkan pada teori-teori ilmiah (komunikasi, psikologi dan sebagainya) yang berlandaskan pada nilai-nilai etika, moral dan agama.

Definisi

Untuk tulisan dalam blog ini lobi diartikan sebagai aktivitas komunikasi yang bersifat informal yang bertujuan untuk mempengaruhi agar pesan-pesan pelobi X) diterima Y) dengan jalan:
  • Memberi data dan informasi
  • Mempengaruhi
  • Mendidik
  • Membujuk
  • Melakukan Enterteint
  • Dengan sedikit “Memaksa”

dan melibatkan pribadi-pribadi berpengaruh termasuk mengikutsertakan pihak lain ke dalam koalisinya.

=======
X) = niat, motif, kebutuhan, keinginan, hasrat, dan sebagainya (termasuk pesan-pesan penjualan)

Y) = diterima, dimengerti, dipahami, dikabulkan, disetujui, dipenuhi, diikuti, didukung,
=======

Yang perlu diingat:
  1. Lobi yang baik adalah lobi yang tidak membuat orang celaka, rugi atau sesat. Lobi yang baik adalah lobi yang membawa keberuntungan pada target lobi maupun kita yang melobi.
  2. Bila lobi dilakukan dengan benar, 90 persen tujuan lobi kita akan berhasil. Yang mungkin belum berhasil (tertunda) adalah aspek penjualannya. Itu jika kita melobi untuk tujuan menjual. Seperti kita ketahui dalam lobi bisa ada kegiatan penjualan (barang, jasa, ide, gagasan dan sebagainya).
  3. Selain itu kita gagal menjual (melobi untuk menjual), itu karena memang mereka tidak menghendaki/membutuhkan/menginginkan apa yang kita jual kepada mereka. 

Catatan: Anda boleh mengutip tulisan ini dengan menyebutkan sumbernya.

Bagaimana pendapat Anda?



Zainal Abidin Partao


========= 

  • Ingin mengetahui lebih jauh soal lobi? 
  • Anda ingin meningkatkan keberhasilan dalam menjual dengan meningkatkan kemahiran melobi? 
  • Anda bisa SMS ke 0816 197 3045 atau email ke zainalnaseventy@gmail.com

Tulisan-tulisan lain dari penulis tentang lobi dapat di lihat di http://www.kompasiana.com/zainalpartao.

Minggu, 19 September 2010

Apa yang dimaksud dengan reputasi? Seperti apa definisi reputasi?

Bila membuka buku tentang reputasi, ataupun membuka internet lalu mencari pengertian tentang reputasi, wah ... definisinya banyak sekali.


Berikut ini berbagai definisi reputasi yang saya kumpulkan dari banyak sumber:
Reputasi adalah nama baik.  
      (Kamus Besar Bahasa Indonesia, terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan  bersama Balai Pustaka, 1994) 
Dalam kamus tersebut dijelaskan, untuk mendapatkan nama baik maka kita harus melakukan perbuatan yang baik dan positif. 

Reputation: the opinion that people in general have about what samebody/something is alike.  
(OXFORD Advanced Learner's Dictionary, 1995)
Terjemahan bebasnya, pendapat orang-orang pada umumnya tentang apa atau bagaimana seseorang/ sesuatu diserupakan atau disamakan. 

Berdasarkan kamus, reputasi diartikan sebagai nama baik.  Nama baik tersebut bukan kita yang menyematkan namun orang lain yang telah memberikan penilaian tentang kita. Dengan kata lain, 'reputasi kita baik' bukan kita yang menilai tapi orang lain yang menilai setelah melihat perbuatan kita.  

(to be continued)


Selamat datang dan salam kenal

Shalom,

Pengunjung Blog yang tercinta.

Saya menulis blog ini dengan maksud untuk menginformasikan kepada Anda semua tentang betapa pentingnya reputasi buat perusahaan ataupun buat Anda pribadi.

Melalui blog ini kita bisa berdiskusi seluas-luasnya tentang reputasi.  Tujuan utamanya adalah agar pengetahuan dan pemahaman kita tentang reputasi semakin meningkat dari hari ke hari sehingga karir pribadi maupun kinerja perusahaan Anda bisa meningkat.

Kami mengundang rekan-rekan yang ingin menyumbangkan pemikirannya untuk dimuat di blog ini.  Berhubung saya masih awam mengenai teknis penulisan ataupun tentang design dan segala pernak-pernik tentang per-blog-an mohon dimaafkan.  Yang penting kan isinya, memberikan pencerahan atau tidak. Bukankah demikian?  Oleh karena itu sumbangan pemikiran Anda tentang reputasi untuk sementara tolong dikirimkan ke email zainal70@walla.com terlebih dulu untuk kemudian saya masukkan ke dalam blog ini.

Kalaupun ada pertanyaan seputar reputasi dan membutuhkan jawaban dari saya, tolong juga dialamatkan ke email di atas.  Jawabannya akan saya kirimkan via email dan akan saya muat dalam blog ini untuk tambahan pengetahuan kita semua.  Kecuali tentunya jika Anda menghendaki privasi, maka diskusi kita tidak akan saya publish lewat blog ini.

Sambil berjalan, sambil menunggu teman yang dengan suka rela membantu saya memperbaiki pengetahuan tentang per-blog-an, saya akan terus meningkatkan tampilan blog ini.  Demikian juga tentang isinya, dari waktu ke waktu akan terus kita tingkatkan kualitas maupun kuantitasnya.

Bila Anda ingin mendapatkan tulisan-tulisan saya tentang Customer Service, Marketing, PR, Reputation & Crisis Management, Anda dapat melihatnya di www.associatedcontent.com dengan link sbb:  http://www.associatedcontent.com/subject/article/zainal+partao    

Atau Anda bisa juga melihatnya di www.id.shvoong.com dengan link sbb:
http://www.shvoong.com/business-management/entrepreneurship/2052704-small-touch-company-free-crisis/

Selain di blog ini, anda bisa juga bisa melihat blog saya yang lain:
http://duatelingamulutsatu.blogspot.com/

Semoga perkenalan kita ini bisa membawa berkat yang berkelimpahan untuk kesuksesan kita.

God loves you, God bless you


Zainal Abidin Partao